Margaretha Soleman, M.Si, Psi menuliskan dampak buruk secara sosial, psikis, dan fisik dari kecanduan bermain game online dan cara-cara penyembuhannya.
Secara Sosial:
1. Hubungan dengan teman, keluarga jadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang.
2. Pergaulan kita hanya di game on line saja, sehingga membuat para pecandu game online jadi terisolir dari teman-teman dan lingkungan pergaulan nyata.
3. Ketrampilan sosial berkurang, sehingga semakin merasa sulit berhubungan dengan orang lain.
4. Perilaku jadi kasar dan agresif karena terpengaruh oleh apa yang kita lihat dan mainkan di game online.
SECARA PSIKIS:
1. Pikiran kita jadi terus menerus memikirkan game yang sedang kita mainkan. Kita jadi sulit konsentrasi terhadap studi, pekerjaan, sering bolos atau menghindari pelajaran.
2. Membuat kita jadi cuek, acuh tak acuh, kurang peduli terhadap hal-hal yang terjadi di sekeliling kita.
3. Melakukan apa pun demi bisa bermain game, seperti berbohong, mencuri uang, dll.
4. Terbiasa hanya berinteraksi satu arah dengan komputer membuat kita jadi tertutup, sulit mengekspresikan diri ketika berada di lingkungan nyata.
SECARA FISIK:
1. Terkena paparan cahaya radiasi komputer dapat merusak saraf mata dan otak
2. Kesehatan jantung menurun akibat bergadang 24 jam bermain game online. Ginjal dan lambung juga terpengaruh akibat banyak duduk, kurang minum, lupa makan karena keasyikan main.
3. Berat badan menurun karena lupa makan, atau bisa juga bertambah karena banyak ngemil dan kurang olahraga
4. Mudah lelah ketika melakukan aktivitas fisik, kesehatan tubuh menurun akibat kurang olahraga. Yang paling parah adalah dapat mengakibatkan kematian.
Cara menyembuhkan para pecandu game online.
1. Unsur yang paling penting adalah niat, kebulatan tekad dan kontrol diri untuk dapat terlepas dari kecanduan game online dan kembali menata kehidupan yang terganggu akibat kecanduan itu.
2. Setelah ada niat, kita pun perlu mengakui bahwa kita tidak berdaya melawan keingian untuk bermain dan mengakui bahwa hidup kita jadi tidak terarah dan tidak teratur akibat game online itu.
3. Buatlah daftar alasan mengapa ingin menghentikan kecanduan game on-line. Kita dapat bertanya ke keluarga atau teman dekat untuk membantu kita melengkapi daftar itu. Tempelkan daftar ini di tempat yang mudah dilihat oleh kita untuk membantu menguatkan komitmen kita.
4. Buatlah rencana kapan kita mau berhenti sepenuhnya. Kontrol diri sangat penting dalam hal ini. Kurangi secara bertahap frekuensi bermain game online.
5. Tuliskan keuntungan yang dirasakan selama mengurangi dan membatasi bermain game online. Ketika kita kembali bermain tanpa mengenal batas waktu setelah kita berhasil berhenti bermain, bukan berarti rencana kita gagal. Hal itu wajar terjadi. Yang terpenting adalah kita belajar dari pengalaman kita agar hal itu tidak terjadi lagi.
Selasa, 03 November 2009
Rabu, 21 Oktober 2009
MODEL-MODEL PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF
1. Cooperatif Script
(Dansere Cs..1985)
Skrip Kooperatif
Metode belajar di mana siswa bekerja kelompok (4 orang) bergantian secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
1. Guru membagi siswa dalam kelompok
2. Guru memberikan wacana / materi kepada siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannya. Sementara pendengar :
a. menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap.
b. membantu / mengingat / menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar, dan sebaliknya,serta lakukan seperti di atas.
6. Kesimpulan siswa bersama-sama dengan guru.
7. Penutup
2. Student Teams - Achievment Divisions (STAD)
Tim siswa kelompok prestasi
( Slavin 1995 )
Langkah-langkah
1. Membentuk kelompok yang anggotanya terdiri dari 4 orang secara heterogen(campuran menurut prestasi,jenis kelamin )
2. Guru menyajikan pelajaran
3. Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberikan kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab tidak boleh saling membantu
5. Memberi evaluasi
6. Kesimpulan
3. Numbereded Heads Together
Kepala bernomor
(Spencer Kagan,1992)
Langkah-langkah :
1. Siswa dibagi dalam kelompok,setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar,dan memastikan tiap anggota kelompok
dapat mengerjakannya / mengetahui jawabannya.
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa, dengan nomor yang dipanggil melaporkan
hasil kerja sama mereka.
5. Tanggapan dari teman yang lain kemudian guru menunjuk nomor yang lain
6. Kesimpulan
4. Problem Based introduction
(Pembelajaran berdasarkan Masalah )
Langkah-langkah
a. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi siswa untuk terlibat aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
b. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut..(menetapkan topik,tugas,jadwal)
c. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
d. Guru membantu siswadalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
e. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
5. Demonstration
(khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan,misalnya Gussen)
Langkah-langkah
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
c. Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan
d. menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan
e. Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisanya
f. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
g. Guru membuat kesimpulan
6. Word Square
Media : Soal dalam bentuk teka-teki
Langkah-langkah
a. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru membagi lembaran kegiatan sesuai contoh
c. Siswa menjawab soal (mengisi kotak-kotak tersebut dengan huruf-huruf sesuai pertanyaan )
d. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak.
7. Explisit intruction Pengajaran langsung
( Resenshina & Stevens,1986 )
Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah
Langkah - langkah :
a. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
b. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan
c. Membimbing pelatihan
d. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
e. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan
8. Complete Sentence
Media : Siapkan blanko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap.
Langkah - langkah :
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau model dengan waktu secukupnya
c. Guru membentuk kelompok 2 atau 4 orang secara heterogen
d. Guru membagikan lembar kerja berupa pargraf yang kalimatnya belum lengkap
e. Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia.
f. Siswa berdiskusi secara kelompok
g. Setelah jawaban didiskusikan,jawaban yangsalah diperbaiki. Tiap peserta membaca sampai mengerti
h. Kesimpulan
9. Artikulasi
Langkah – langkah
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru menyajikn materi sebagaimana biasa
c. Untuk mengetahui daya serap siswa,dibentuk kelompok berpasangan dua
d. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannyamendengar sambil membuat catatan kecil kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
e. Menugaskan siswa secara bergiliran / diacak menyampaikan hasil wawancara dengan temanpasangannya sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
f. Guru mengulang /menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
g. Kesimpulan / penutup
10.Student Fasilitator and Explaining
Siswa/ pesertamempersentasikan idi / pendapat pada rekan peserta lainnya.
Langkah – langkah
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi
c. Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya. Misalnya melalui bagan / peta konsep.
d. Guru menyimpulan ide / pendapat dan siswa
e. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.
f. Penutup
Selain model pembelajaran diatas masih banyak model pembelajaran lain yang bisa kita terapkan bagi siswa didik,guna meraih keberhasilan yang gemilang. Jelas semua ini harus ada “ Kemauan “ meski melalui proses yang diwarnai keuletan Kesabaran dan ketekunan serta semangat memenangkan keadaanSementara kita bisa umpamakan pendidik seperti busur panah ,dan anak didik Sebagai ank panah yang kita lepas melejit ke sasarannya dengan tepat.
PEMETAAN SKL DISERTAI LINGKUP MATERI DAN INDIKATOR SOAL
(dilengkapi contoh soal dan tips menjawab soal )
Keterampilan Berbahasa : Membaca
Standar Kompetensi Lulusan :
- Uraian
- Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah), berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, drama. Ruang lingkup Materi : Menemukan gagasan utama paragraf
Indikator : Disajikan sebuah paragraf berupa artikel, siswa dapat menemukan gagasan utama pada kutipan artikel tersebut.
Kata Kunci : Gagasan utama = Inti Paragraf Inti paragraf sering pula ditanyakan dengan berbagai istilah, yakni :
• Gagasan Utama
• Pikiran Utama
• Kalimat Utama
• Ide Pokok
• Isi Pokok
• Kalimat Pokok
Tips singkat menjawab soal : Soal yang berkaitan dengan inti paragraf dapat diselesaikan dengan cara mengidentifikasikan kalimat awal atau kalimat akhir yang berisi hal umum.
CONTOH SOAL
1. Aliran darah sangat penting untuk menyirkulasikan makanan dan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Di dalam darah terdapat suatu sistem yang dikenal dengan mekanisme pembekuan (penggumpalan) darah. Mekanisme pembekuan darah memerankan dua fungsi yang vital namun berlawanan. Fungsi pertama adalah menjaga agar darah tetap mengalir dan yang kedua, membentuk satu “Sumbatan” atau bekuan untuk menghentikan pendarahan.
Gagasan utama paragraf di atas adalah...
A. Mekanisme pembekuan darah memerankan dua fungsi yang vital namun berlawanan.
B. Pembekuan darah berfungsi untuk menghentikan pendarahan.
C. Di dalam darah terdapat suatu sistem yang dikenai dengan mekanisme pembekuan.
D. Aliran darah sangat penting untuk menyirkulasikan makanan dan oksigen ke seluruhan bagian tubuh..
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Gagasan utama adalah inti pembicaraan dalam sebuah paragraf. Biasanya terdapat
Pada awal paragraf (deduktif) atau akhir paragraf (induktif )
Cara Cepat
Gagasan utama pada paragraf soal terdapat pada awal kalimat. Aliran darah sangat penting untuk menyirkulasikan dan oksigen ke seluruh bagian tubuh kalimat ini berisi hal umum yang kemudian diperjelas oleh kalimat-kalimat berikutnya. Sesuai dengan pernyataan pada opsi (D)
Jawaban : D
URAIAN
Standar Kompetensi Lulusan : MEMBACA
Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis ( artikel, berita, opini/tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah), berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, dan drama
Ruang Lingkup : Membuat sebuah kritikan terhadap sebuah berita
Indikator : Disajikan sebuah paragraf berupa berita siswa
Dapat membuat kritikan yang relevan dengan isi berita.
Kata Kunci : Kritikan x dukungan artinya, kritik isi bacaan merupakan pendapat yang bertentangan dengan hal-hal yang dikemukakan dalam bacaan.
Tips singkat menjawab soal : Jika dalam teks disajikan hal-hal yang bersifat negatif, kritikan yang relevan haruslah berisi saran positif.
CONTOH SOAL
Mimisan terjadi karena pembuluh darah dalam hidung pecah. Darah yang keluar dapat masuk kedalam tenggorokan. Ini sangat berbahaya dan harus secepatnya di tangani oleh dokter.
Kritikan terhadap isi bacaan tersebut adalah...
A. Tidakdisajikan pertolongan pertama
B. Mimisan tidak boleh disepelekan
C. Mimisan harussegera ditangani dokter
D. Mimisan sangat berbahaya.
PEMBAHASAN
Konsep Dasar
Kritik berisi tanggapan atau komentarterhadap suatu hal, sifatnyamembangun atau menjadikan sesuatu lebih baik.Kadang-kadang disampaikan secara positif (santun) atau negatif (kecaman).
Cara Cepat
Dalam teks dikemukakan penyebab mimisandan efeknya. Hal yang bisa dijadikan bahan kritik adalah Mimisan tidak boleh disepelekan karena harus secepatnya ditangani oleh dokter. Sesuai dengan opsion (B)
URAIAN
Standar Kompetensi Lulusan : MEMBACA
: Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/ tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah)
: Karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel,dan drama.
Ruang Lingkup Materi : Menentukan Fakta/opini dalam sebuah tajuk.
Indikator : Disajikan sebuah tajuk. Siswa dapat menemukan fakta /opini dalam sebuah tajuk.
biasanya ditandai oleh hadirnya data berupa angka.Kata Kunci : Fakta
ditandai dengankata-kata yang bersifat subyektif, misalnya sangat, semakin, dapat, mungkinOpini
Karakteristik lainnya adalah :
• mengandung bentuk-bentuk kata sifat : baik, buruk, mudah, sukar,..
• Diawali kata menurut... (yang merupakan pernyataan seseorang )
Tips singkat menjawab soal
Dalam soal, kalimat fakta dan opini biasanya dihadirkan berdampingan. Untuk fakta, carilah kalimata yang berisi hal-hal yang benar-benar terjadi atau telah terjadi (terlihat dari data-data akurat yang diberikan ).
CONTOH SOAL
1. Gubernur Jawa Barat H. Danny Setiawan menyampaikan itu pada peringatan Hari Pahlawan yang digelar di lapangan Gedung Sate, Jl.Diponegoro Bandung, Senin (12/11) ”Bangsa Indonesia termasuk didalamnya masyarakat Jabar, akan tetap hidup dan berdiri tegak bila memiliki semangat nasionalisme tersebut,” katanya.
Fakta yang terdapat dalam tajuk di atas adalah...
A. Menurut H.Danny Setiawan bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya masyarakat Jabar, akan tetap hidup dan berdiri tegak bila memiliki semangat nasionalisme.
B. Semangat kebersamaan itu diharapkan untuk diperlihatkan masyarakat dengan “hitung-hitungan“ perannya masing-masing
C. Esensi kepahlawanan bisa direfleksikan dalam setiap upaya pembangunan masyarakat di Jabar.
D. Peringatan Hari Pahlawan yang digelardi lapangan gedung Sate, Jl.Diponegoro Bandung, Senin (12/ 11).
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau hal yang diungkapkan berdasarkan suatu bukti nyata (realita). Sesuai dengan kata kunci di atas, kata menurut
(opsiA), kata diharapkan (opsiB), dan kata bisa (opsi C) menunjukkan sebuah opini (persepsi), bukan fakta.
Cara Cepat
Dalam opsi (D) dimuat data berupa tempat dan tanggal terjadinya sebuah peristiwa. Hal ini tentu merupakan bukti atas sesuatu yang benar-benar telah terjadi, atau disebut sebagai fakta. Jawaban : D
CONTOH SOAL
2. Pemerintah Kabupaten Tangerang memperbaiki 42 sekolah.Dana diperoleh dari pinjaman Bank Jabar. Sepuluh sekolah di antaranya mengalami kerusakan yang terutama parah. Hidayat selaku pimpro mengatakan bahwa kecil kemungkinan proyek tersebut gagal.
Kalimat opini dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat....
A. Pertama
B. Kedua
C. Ketiga
D. Keempat
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Opini atau pendapat adalah hasil pemikiran yang berupa penilaian, masukan, ide, pandangan, perkiraan, atau gambaran perasaan seseorang terhdap sesuatu masalah. Sifatnya subyektif.
Berdasarkan kata kunci di atas, kalimat opini ditandai oleh kemunculan kata mungkin
Selain itu, Hidayat mengatakan bahwa merupakan bagian kalimat yang menunjukkan opini seseorang.
CARACEPAT
kalimat fakta(data : 42 sekolah)Kalimat pertama
kalimat fakta (data : pinjaman Bank Jabar)Kalimat kedua
kalimat fakta (data : 10 sekolah )Kalimat ketiga
kalimat opini (Hidayatmengatakan bahwa .....) Pendapat Hidayat .Kalimat pendapat
Jawaban : D
Standar Kompetensi Lulusan : MEMBACA
Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/tajuk, tabel, bagan grafik, peta, denah). Berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, dan drama.
Ruang lingkup materi : Simpulan penggalan tajuk.
Indikator : Disajikan penggalan tajuk.Siswa dapat menyimpulkannya.
Kata kunci : Simpulan biasanya ditandai sesuatu yang bersifat umum (mencangkup keseluruhan )
Konsep dasar : Simpulan merupakan pernyataan berisi fakta,pendapat,alasan pendukung mengenai tanggapan terhadap suatu obyek. Dapat dikatakan bahwa simpulan merupakan pendapat akhir dari suatu uraian berupa informasi.
CONTOH SOAL
3. Kehebatan gunung Merapi ditunjukkan bertahun-tahn berikutnya. Misal tahun 1672, letusan Merapi menelan sekitar 300 jiwaorang, tahun 1822 menelan 100 jiwa, tahun 1832 menelan 32 jiwa, tahun 1872 letusan Merapi menelan 200 jiwa. Pengamatan permanen dilakukan setelah terjadi letusan tahun 1930. Pada tahun itu letusan Merapi menelan korban 1.369 orang yang menghancurkan tanah pertanian seluas 20 km dari 26 desa.
Kesimpulan wacana di atas ....
A. Letusan Gunung Merapi yang paling banyak menelan korban dan menghancurkan tanah pertanian terjadi setelah letusan tahun 1930.
B. Letusan Gunung Merapi yang paling sedikit menelan korban yaitu tahun 1872 dan menghancurkan tanah pertanian
C. Pada umumnya, letusan Gunung Merapi menelan korban jiwa yang tidak sedikit setiap terjadi.
D. Letusan Gunung Merapi yang paling banyak yang paling banyak menelan korban yaitu tahun 1672 dan banyak menghancurkan tanh pertanian.
PEMBAHASAN
Sesuai dengan kata kunci di atas, simpulan biasanya ditandai sesuatu yang bersifat umum (mencakup kesuluruhan). Maka, kata pada umumnya pada opsi (c) merupakan. Sebuah simpulan yang merupakan pendapat akhir dari suatu uraian berupa informasi.
Jawaban : C
(Dansere Cs..1985)
Skrip Kooperatif
Metode belajar di mana siswa bekerja kelompok (4 orang) bergantian secara lisan mengikhtisarkan bagian-bagian dari materi yang dipelajari
Langkah-langkah :
1. Guru membagi siswa dalam kelompok
2. Guru memberikan wacana / materi kepada siswa untuk dibaca dan membuat ringkasan.
3. Guru dan siswa menetapkan siapa yang pertama berperan sebagai pendengar.
4. Pembicara membacakan ringkasannya. Sementara pendengar :
a. menyimak / mengoreksi / menunjukkan ide-ide pokok yang kurang lengkap.
b. membantu / mengingat / menghafal ide-ide pokok dengan menghubungkan materi sebelumnya atau dengan materi lainnya.
5. Bertukar peran, semula sebagai pembicara ditukar menjadi pendengar, dan sebaliknya,serta lakukan seperti di atas.
6. Kesimpulan siswa bersama-sama dengan guru.
7. Penutup
2. Student Teams - Achievment Divisions (STAD)
Tim siswa kelompok prestasi
( Slavin 1995 )
Langkah-langkah
1. Membentuk kelompok yang anggotanya terdiri dari 4 orang secara heterogen(campuran menurut prestasi,jenis kelamin )
2. Guru menyajikan pelajaran
3. Guru memberikan tugas kepada kelompok untuk dikerjakan oleh anggota kelompok. Anggotanya yang sudah mengerti dapat menjelaskan pada anggota lainnya sampai semua anggota dalam kelompok itu mengerti.
4. Guru memberikan kuis / pertanyaan kepada seluruh siswa. Pada saat menjawab tidak boleh saling membantu
5. Memberi evaluasi
6. Kesimpulan
3. Numbereded Heads Together
Kepala bernomor
(Spencer Kagan,1992)
Langkah-langkah :
1. Siswa dibagi dalam kelompok,setiap siswa dalam setiap kelompok mendapat nomor
2. Guru memberikan tugas dan masing-masing kelompok mengerjakannya.
3. Kelompok mendiskusikan jawaban yang benar,dan memastikan tiap anggota kelompok
dapat mengerjakannya / mengetahui jawabannya.
4. Guru memanggil salah satu nomor siswa, dengan nomor yang dipanggil melaporkan
hasil kerja sama mereka.
5. Tanggapan dari teman yang lain kemudian guru menunjuk nomor yang lain
6. Kesimpulan
4. Problem Based introduction
(Pembelajaran berdasarkan Masalah )
Langkah-langkah
a. Guru menjelaskan kompetensi yang ingin dicapai dan menyebutkan sarana atau alat pendukung yang dibutuhkan. Memotivasi siswa untuk terlibat aktivitas pemecahan masalah yang dipilih.
b. Guru membantu siswa mendefinisikan dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan masalah tersebut..(menetapkan topik,tugas,jadwal)
c. Guru mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai, eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan pemecahan masalah.
d. Guru membantu siswadalam merencanakan menyiapkan karya yang sesuai seperti laporan dan membantu mereka berbagi tugas dengan temannya.
e. Guru membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap eksperimen mereka dan proses-proses yang mereka gunakan.
5. Demonstration
(khusus materi yang memerlukan peragaan atau percobaan,misalnya Gussen)
Langkah-langkah
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru menyajikan gambaran sekilas materi yang akan disampaikan
c. Menyiapkan bahan atau alat yang diperlukan
d. menunjuk salah seorang siswa untuk mendemonstrasikan sesuai skenario yang telah disiapkan
e. Seluruh siswa memperhatikan demonstrasi dan menganalisanya
f. Tiap siswa mengemukakan hasil analisanya dan juga pengalaman siswa didemonstrasikan.
g. Guru membuat kesimpulan
6. Word Square
Media : Soal dalam bentuk teka-teki
Langkah-langkah
a. Guru menyampaikan materi sesuai kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru membagi lembaran kegiatan sesuai contoh
c. Siswa menjawab soal (mengisi kotak-kotak tersebut dengan huruf-huruf sesuai pertanyaan )
d. Berikan poin setiap jawaban dalam kotak.
7. Explisit intruction Pengajaran langsung
( Resenshina & Stevens,1986 )
Pembelajaran langsung khusus dirancang untuk mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif yang dapat diajarkan dengan pola selangkah demi selangkah
Langkah - langkah :
a. Menyampaikan tujuan dan mempersiapkan siswa
b. Mendemonstrasikan pengetahuan dan ketrampilan
c. Membimbing pelatihan
d. Mengecek pemahaman dan memberikan umpan balik
e. Memberikan kesempatan untuk latihan lanjutan
8. Complete Sentence
Media : Siapkan blanko isian berupa paragraf yang kalimatnya belum lengkap.
Langkah - langkah :
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru menyampaikan materi secukupnya atau siswa disuruh membacakan buku atau model dengan waktu secukupnya
c. Guru membentuk kelompok 2 atau 4 orang secara heterogen
d. Guru membagikan lembar kerja berupa pargraf yang kalimatnya belum lengkap
e. Siswa berdiskusi untuk melengkapi kalimat dengan kunci jawaban yang tersedia.
f. Siswa berdiskusi secara kelompok
g. Setelah jawaban didiskusikan,jawaban yangsalah diperbaiki. Tiap peserta membaca sampai mengerti
h. Kesimpulan
9. Artikulasi
Langkah – langkah
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru menyajikn materi sebagaimana biasa
c. Untuk mengetahui daya serap siswa,dibentuk kelompok berpasangan dua
d. Menugaskan salah satu siswa dari pasangan itu menceritakan materi yang baru diterima dari guru dan pasangannyamendengar sambil membuat catatan kecil kemudian berganti peran. Begitu juga kelompok lainnya.
e. Menugaskan siswa secara bergiliran / diacak menyampaikan hasil wawancara dengan temanpasangannya sampai sebagian siswa sudah menyampaikan hasil wawancaranya.
f. Guru mengulang /menjelaskan kembali materi yang sekiranya belum dipahami siswa
g. Kesimpulan / penutup
10.Student Fasilitator and Explaining
Siswa/ pesertamempersentasikan idi / pendapat pada rekan peserta lainnya.
Langkah – langkah
a. Guru menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai
b. Guru mendemonstrasikan / menyajikan materi
c. Memberikan kesempatan siswa untuk menjelaskan kepada siswa lainnya. Misalnya melalui bagan / peta konsep.
d. Guru menyimpulan ide / pendapat dan siswa
e. Guru menerangkan semua materi yang disajikan saat itu.
f. Penutup
Selain model pembelajaran diatas masih banyak model pembelajaran lain yang bisa kita terapkan bagi siswa didik,guna meraih keberhasilan yang gemilang. Jelas semua ini harus ada “ Kemauan “ meski melalui proses yang diwarnai keuletan Kesabaran dan ketekunan serta semangat memenangkan keadaanSementara kita bisa umpamakan pendidik seperti busur panah ,dan anak didik Sebagai ank panah yang kita lepas melejit ke sasarannya dengan tepat.
PEMETAAN SKL DISERTAI LINGKUP MATERI DAN INDIKATOR SOAL
(dilengkapi contoh soal dan tips menjawab soal )
Keterampilan Berbahasa : Membaca
Standar Kompetensi Lulusan :
- Uraian
- Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah), berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, drama. Ruang lingkup Materi : Menemukan gagasan utama paragraf
Indikator : Disajikan sebuah paragraf berupa artikel, siswa dapat menemukan gagasan utama pada kutipan artikel tersebut.
Kata Kunci : Gagasan utama = Inti Paragraf Inti paragraf sering pula ditanyakan dengan berbagai istilah, yakni :
• Gagasan Utama
• Pikiran Utama
• Kalimat Utama
• Ide Pokok
• Isi Pokok
• Kalimat Pokok
Tips singkat menjawab soal : Soal yang berkaitan dengan inti paragraf dapat diselesaikan dengan cara mengidentifikasikan kalimat awal atau kalimat akhir yang berisi hal umum.
CONTOH SOAL
1. Aliran darah sangat penting untuk menyirkulasikan makanan dan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Di dalam darah terdapat suatu sistem yang dikenal dengan mekanisme pembekuan (penggumpalan) darah. Mekanisme pembekuan darah memerankan dua fungsi yang vital namun berlawanan. Fungsi pertama adalah menjaga agar darah tetap mengalir dan yang kedua, membentuk satu “Sumbatan” atau bekuan untuk menghentikan pendarahan.
Gagasan utama paragraf di atas adalah...
A. Mekanisme pembekuan darah memerankan dua fungsi yang vital namun berlawanan.
B. Pembekuan darah berfungsi untuk menghentikan pendarahan.
C. Di dalam darah terdapat suatu sistem yang dikenai dengan mekanisme pembekuan.
D. Aliran darah sangat penting untuk menyirkulasikan makanan dan oksigen ke seluruhan bagian tubuh..
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Gagasan utama adalah inti pembicaraan dalam sebuah paragraf. Biasanya terdapat
Pada awal paragraf (deduktif) atau akhir paragraf (induktif )
Cara Cepat
Gagasan utama pada paragraf soal terdapat pada awal kalimat. Aliran darah sangat penting untuk menyirkulasikan dan oksigen ke seluruh bagian tubuh kalimat ini berisi hal umum yang kemudian diperjelas oleh kalimat-kalimat berikutnya. Sesuai dengan pernyataan pada opsi (D)
Jawaban : D
URAIAN
Standar Kompetensi Lulusan : MEMBACA
Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis ( artikel, berita, opini/tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah), berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, dan drama
Ruang Lingkup : Membuat sebuah kritikan terhadap sebuah berita
Indikator : Disajikan sebuah paragraf berupa berita siswa
Dapat membuat kritikan yang relevan dengan isi berita.
Kata Kunci : Kritikan x dukungan artinya, kritik isi bacaan merupakan pendapat yang bertentangan dengan hal-hal yang dikemukakan dalam bacaan.
Tips singkat menjawab soal : Jika dalam teks disajikan hal-hal yang bersifat negatif, kritikan yang relevan haruslah berisi saran positif.
CONTOH SOAL
Mimisan terjadi karena pembuluh darah dalam hidung pecah. Darah yang keluar dapat masuk kedalam tenggorokan. Ini sangat berbahaya dan harus secepatnya di tangani oleh dokter.
Kritikan terhadap isi bacaan tersebut adalah...
A. Tidakdisajikan pertolongan pertama
B. Mimisan tidak boleh disepelekan
C. Mimisan harussegera ditangani dokter
D. Mimisan sangat berbahaya.
PEMBAHASAN
Konsep Dasar
Kritik berisi tanggapan atau komentarterhadap suatu hal, sifatnyamembangun atau menjadikan sesuatu lebih baik.Kadang-kadang disampaikan secara positif (santun) atau negatif (kecaman).
Cara Cepat
Dalam teks dikemukakan penyebab mimisandan efeknya. Hal yang bisa dijadikan bahan kritik adalah Mimisan tidak boleh disepelekan karena harus secepatnya ditangani oleh dokter. Sesuai dengan opsion (B)
URAIAN
Standar Kompetensi Lulusan : MEMBACA
: Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/ tajuk, tabel, bagan, grafik, peta, denah)
: Karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel,dan drama.
Ruang Lingkup Materi : Menentukan Fakta/opini dalam sebuah tajuk.
Indikator : Disajikan sebuah tajuk. Siswa dapat menemukan fakta /opini dalam sebuah tajuk.
biasanya ditandai oleh hadirnya data berupa angka.Kata Kunci : Fakta
ditandai dengankata-kata yang bersifat subyektif, misalnya sangat, semakin, dapat, mungkinOpini
Karakteristik lainnya adalah :
• mengandung bentuk-bentuk kata sifat : baik, buruk, mudah, sukar,..
• Diawali kata menurut... (yang merupakan pernyataan seseorang )
Tips singkat menjawab soal
Dalam soal, kalimat fakta dan opini biasanya dihadirkan berdampingan. Untuk fakta, carilah kalimata yang berisi hal-hal yang benar-benar terjadi atau telah terjadi (terlihat dari data-data akurat yang diberikan ).
CONTOH SOAL
1. Gubernur Jawa Barat H. Danny Setiawan menyampaikan itu pada peringatan Hari Pahlawan yang digelar di lapangan Gedung Sate, Jl.Diponegoro Bandung, Senin (12/11) ”Bangsa Indonesia termasuk didalamnya masyarakat Jabar, akan tetap hidup dan berdiri tegak bila memiliki semangat nasionalisme tersebut,” katanya.
Fakta yang terdapat dalam tajuk di atas adalah...
A. Menurut H.Danny Setiawan bangsa Indonesia, termasuk di dalamnya masyarakat Jabar, akan tetap hidup dan berdiri tegak bila memiliki semangat nasionalisme.
B. Semangat kebersamaan itu diharapkan untuk diperlihatkan masyarakat dengan “hitung-hitungan“ perannya masing-masing
C. Esensi kepahlawanan bisa direfleksikan dalam setiap upaya pembangunan masyarakat di Jabar.
D. Peringatan Hari Pahlawan yang digelardi lapangan gedung Sate, Jl.Diponegoro Bandung, Senin (12/ 11).
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Fakta adalah sesuatu yang benar-benar terjadi atau hal yang diungkapkan berdasarkan suatu bukti nyata (realita). Sesuai dengan kata kunci di atas, kata menurut
(opsiA), kata diharapkan (opsiB), dan kata bisa (opsi C) menunjukkan sebuah opini (persepsi), bukan fakta.
Cara Cepat
Dalam opsi (D) dimuat data berupa tempat dan tanggal terjadinya sebuah peristiwa. Hal ini tentu merupakan bukti atas sesuatu yang benar-benar telah terjadi, atau disebut sebagai fakta. Jawaban : D
CONTOH SOAL
2. Pemerintah Kabupaten Tangerang memperbaiki 42 sekolah.Dana diperoleh dari pinjaman Bank Jabar. Sepuluh sekolah di antaranya mengalami kerusakan yang terutama parah. Hidayat selaku pimpro mengatakan bahwa kecil kemungkinan proyek tersebut gagal.
Kalimat opini dalam paragraf di atas terdapat pada kalimat....
A. Pertama
B. Kedua
C. Ketiga
D. Keempat
PEMBAHASAN
Konsep dasar
Opini atau pendapat adalah hasil pemikiran yang berupa penilaian, masukan, ide, pandangan, perkiraan, atau gambaran perasaan seseorang terhdap sesuatu masalah. Sifatnya subyektif.
Berdasarkan kata kunci di atas, kalimat opini ditandai oleh kemunculan kata mungkin
Selain itu, Hidayat mengatakan bahwa merupakan bagian kalimat yang menunjukkan opini seseorang.
CARACEPAT
kalimat fakta(data : 42 sekolah)Kalimat pertama
kalimat fakta (data : pinjaman Bank Jabar)Kalimat kedua
kalimat fakta (data : 10 sekolah )Kalimat ketiga
kalimat opini (Hidayatmengatakan bahwa .....) Pendapat Hidayat .Kalimat pendapat
Jawaban : D
Standar Kompetensi Lulusan : MEMBACA
Membaca dan memahami berbagai ragam wacana tulis (artikel, berita, opini/tajuk, tabel, bagan grafik, peta, denah). Berbagai karya sastra berbentuk puisi, cerpen, novel, dan drama.
Ruang lingkup materi : Simpulan penggalan tajuk.
Indikator : Disajikan penggalan tajuk.Siswa dapat menyimpulkannya.
Kata kunci : Simpulan biasanya ditandai sesuatu yang bersifat umum (mencangkup keseluruhan )
Konsep dasar : Simpulan merupakan pernyataan berisi fakta,pendapat,alasan pendukung mengenai tanggapan terhadap suatu obyek. Dapat dikatakan bahwa simpulan merupakan pendapat akhir dari suatu uraian berupa informasi.
CONTOH SOAL
3. Kehebatan gunung Merapi ditunjukkan bertahun-tahn berikutnya. Misal tahun 1672, letusan Merapi menelan sekitar 300 jiwaorang, tahun 1822 menelan 100 jiwa, tahun 1832 menelan 32 jiwa, tahun 1872 letusan Merapi menelan 200 jiwa. Pengamatan permanen dilakukan setelah terjadi letusan tahun 1930. Pada tahun itu letusan Merapi menelan korban 1.369 orang yang menghancurkan tanah pertanian seluas 20 km dari 26 desa.
Kesimpulan wacana di atas ....
A. Letusan Gunung Merapi yang paling banyak menelan korban dan menghancurkan tanah pertanian terjadi setelah letusan tahun 1930.
B. Letusan Gunung Merapi yang paling sedikit menelan korban yaitu tahun 1872 dan menghancurkan tanah pertanian
C. Pada umumnya, letusan Gunung Merapi menelan korban jiwa yang tidak sedikit setiap terjadi.
D. Letusan Gunung Merapi yang paling banyak yang paling banyak menelan korban yaitu tahun 1672 dan banyak menghancurkan tanh pertanian.
PEMBAHASAN
Sesuai dengan kata kunci di atas, simpulan biasanya ditandai sesuatu yang bersifat umum (mencakup kesuluruhan). Maka, kata pada umumnya pada opsi (c) merupakan. Sebuah simpulan yang merupakan pendapat akhir dari suatu uraian berupa informasi.
Jawaban : C
Minggu, 04 Oktober 2009
SEKILAS tentang SEJARAH BAHASA INDONESIA
Bahasa Melayu Kuna itu tidak hanya dipakai pada zaman Sriwijaya karena Di Jawa Tengah (Gandasuli) juga ditemukan prasasti
berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.
Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa.
Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.
berangka tahun 832 M dan di Bogor ditemukan prasasti berangka tahun 942 M yang juga menggunakan bahasa Melayu Kuna. Pada zaman Sriwijaya, bahasa Melayu dipakai sebagai bahasa kebudayaan, yaitu bahasa buku pelajaran agama Budha. Bahasa Melayu juga dipakai sebagai bahasa perhubungan antarsuku di Nusantara dan sebagai bahasa perdagangan, baik sebagai bahasa antarsuku di Nusantara maupun sebagai bahasa yang digunakan terhadap para pedagang yang datang dari luar Nusantara.Bahasa Indonesia tumbuh dan berkembang dari bahasa Melayu yang sejak zaman dulu sudah dipergunakan sebagai bahasa perhubungan (lingua franca) bukan hanya di Kepulauan Nusantara, melainkan juga hampir di seluruh Asia Tenggara. pada saat itu, para pemuda dari berbagai pelosok Nusantara berkumpul dalam Kerapatan Pemuda dan berikrar (1) bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia, (2) berbangsa yang satu, bangsa Indonesia, dan (3) menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. Ikrar para pemuda ini dikenal dengan nama Sumpah Pemuda.
Bahasa Melayu mudah diterima oleh masyarakat Nusantara sebagai bahasa perhubungan antarpulau, antarsuku, antarpedagang, antarbangsa, dan antarkerajaan karena bahasa Melayu tidak mengenal tingkat tutur. Bahasa Melayu dipakai di mana-mana di wilayah Nusantara serta makin berkembang dan bertambah kukuh keberadaannya. Bahasa Melayu yang dipakai di daerah di wilayah Nusantara dalam pertumbuhannya dipengaruhi oleh corak budaya daerah. Bahasa Melayu menyerap kosakata dari berbagai bahasa, terutama dari bahasa Sanskerta, bahasa Persia, bahasa Arab, dan bahasa-bahasa Eropa.
Para pemuda Indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan secara sadar mengangkat bahasa Melayu menjadi bahasa Indonesia, yang menjadi bahasa persatuan untuk seluruh bangsa Indonesia (Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928). Kebangkitan nasional telah mendorong perkembangan bahasa Indonesia dengan pesat. Peranan kegiatan politik, perdagangan, persuratkabaran, dan majalah sangat besar dalam memodernkan bahasa Indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, 17 Agustus 1945, telah mengukuhkan kedudukan dan fungsi bahasa Indonesia secara konstitusional sebagai bahasa negara. Kini bahasa Indonesia dipakai oleh berbagai lapisan masyarakat Indonesia, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Rabu, 09 September 2009
Menjadi Siswa yang Berprestasi
Menjadi siswa yang berprestasi itu mudah, asalkan kita tahu caranya plus tentunya perlu usaha untuk mencapainya. Ada beberapa faktor yang membangun kesuksesan. Yang tentunya kita semua dapat menerapkan dan memiliki faktor kesuksesan ini untuk sukses dalam meraih segala prestasi.
Percaya diri (yakin dengan kemampuan diri sendiri)
Memiliki percaya diri. Percaya diri merupakan fondasi dalam meraih kesuksesan. Percaya diri adalah rasa yakin dan percaya bahwa kita dapat melakukan atau meraih suatu hal. Perasaan yakin ya Jika kamu tidak yakin pada diri kamu, siapa lagi yang akan meyakinkan diri kamu. Jadi, yang paling pertama kamu harus yakin.
Buatlah target di atas kemampuan kamu
Biasakanlah membuat target di atas kemampuanmu. Misalnya, pada saat mau ujian Matematika. Setiap dari siswa pasti memiliki target yang berbeda, mungkin ada yang 100, 90, 80 dan lain sebagainya. Yang jelas, semuanya mau nilai bagus. Dalam membuat target, akan lebih baik membuat target di atas kemampuan diri kamu. Buatlah target di atas kemampuan diri kita. Contohnya semester ini, kamu yakin bisa masuk 10 besar ranking kelas. Buatlah target kamu diatas itu. Lima besar misalnya, atau 3 besar. Jika, kamu belum berhasil mencapai 3 besar, paling tidak ranking 10 besar atau tidak beda jauh dari itu. Dalam hal apapun itu buatlah target di atas prediksi kemampuan kamu.
Mengetahui tujuan kamu
Dalam meraih prestasi kita pasti memiliki alasan dibalik itu. Tapi apakah kita sudah tahu tujuan kita yang sebenarnya dalam meraih prestasi itu? Bermula dari tujuan, kita tahu arah jalan kita. Membuat tujuan yang jelas adalah salah satu kunci membangkitkan motivasi. Dalam aspek apapun, kita perlu memiliki tujuan. Nah, untuk yang belum tahu tujuannya, cari tahu tujuan kamu sekarang juga.
Berusaha dan Disiplin
Sekarang kita sudah yakin dengan diri kita, sudah membuat target, sudah mempunyai tujuan. Tetapi tidak pernah belajar di rumah, tidak mengerjakan tugas, apakah bisa mencapai prestasi itu? Ya tidak mungkin. Disinilah, kita perlu persiapan (berlatih dan disiplin).
Berlatih itu sama seperti mengikuti ujian yang berkali-kali. Saya yakin semakin sering kamu mengerjakan soal, maka semakin mudah kamu menjawab soal-soal itu. Dalam bermain basket misalnya, perlu latihan intensif dan disiplin agar dapat menjadi juara. Cerita tentang Michael Jordan, pada saat latihan dia selalu datang lebih awal dan pulang lebih lambat dan melakukan tembakan sebanyak 300 bola pada sesi akhir . Begitu disiplin dan besar usaha yang dilakukannya, tentu saja dia pantas meraih prestasinya sekarang.
Untuk mencapai kesuksesan, akan terasa semakin mudah, jika kita bisa menikmati prosesnya. Lakukanlah sesuai dengan tujuan anda. Lakukan yang terbaik untuk diri anda, hasil akhir bukanlah segalanya. Pengalaman yang kita dapatlah yang merupakan hasil yang paling penting. Saya yakin, teman-teman semua bisa mencapai prestasi kalian. Kalau saya saja yakin sama kamu, kenapa kamu tidak yakin sama diri sendiri? Saya Juni Anton, Sukses Selalu.
Percaya diri (yakin dengan kemampuan diri sendiri)
Memiliki percaya diri. Percaya diri merupakan fondasi dalam meraih kesuksesan. Percaya diri adalah rasa yakin dan percaya bahwa kita dapat melakukan atau meraih suatu hal. Perasaan yakin ya Jika kamu tidak yakin pada diri kamu, siapa lagi yang akan meyakinkan diri kamu. Jadi, yang paling pertama kamu harus yakin.
Buatlah target di atas kemampuan kamu
Biasakanlah membuat target di atas kemampuanmu. Misalnya, pada saat mau ujian Matematika. Setiap dari siswa pasti memiliki target yang berbeda, mungkin ada yang 100, 90, 80 dan lain sebagainya. Yang jelas, semuanya mau nilai bagus. Dalam membuat target, akan lebih baik membuat target di atas kemampuan diri kamu. Buatlah target di atas kemampuan diri kita. Contohnya semester ini, kamu yakin bisa masuk 10 besar ranking kelas. Buatlah target kamu diatas itu. Lima besar misalnya, atau 3 besar. Jika, kamu belum berhasil mencapai 3 besar, paling tidak ranking 10 besar atau tidak beda jauh dari itu. Dalam hal apapun itu buatlah target di atas prediksi kemampuan kamu.
Mengetahui tujuan kamu
Dalam meraih prestasi kita pasti memiliki alasan dibalik itu. Tapi apakah kita sudah tahu tujuan kita yang sebenarnya dalam meraih prestasi itu? Bermula dari tujuan, kita tahu arah jalan kita. Membuat tujuan yang jelas adalah salah satu kunci membangkitkan motivasi. Dalam aspek apapun, kita perlu memiliki tujuan. Nah, untuk yang belum tahu tujuannya, cari tahu tujuan kamu sekarang juga.
Berusaha dan Disiplin
Sekarang kita sudah yakin dengan diri kita, sudah membuat target, sudah mempunyai tujuan. Tetapi tidak pernah belajar di rumah, tidak mengerjakan tugas, apakah bisa mencapai prestasi itu? Ya tidak mungkin. Disinilah, kita perlu persiapan (berlatih dan disiplin).
Berlatih itu sama seperti mengikuti ujian yang berkali-kali. Saya yakin semakin sering kamu mengerjakan soal, maka semakin mudah kamu menjawab soal-soal itu. Dalam bermain basket misalnya, perlu latihan intensif dan disiplin agar dapat menjadi juara. Cerita tentang Michael Jordan, pada saat latihan dia selalu datang lebih awal dan pulang lebih lambat dan melakukan tembakan sebanyak 300 bola pada sesi akhir . Begitu disiplin dan besar usaha yang dilakukannya, tentu saja dia pantas meraih prestasinya sekarang.
Untuk mencapai kesuksesan, akan terasa semakin mudah, jika kita bisa menikmati prosesnya. Lakukanlah sesuai dengan tujuan anda. Lakukan yang terbaik untuk diri anda, hasil akhir bukanlah segalanya. Pengalaman yang kita dapatlah yang merupakan hasil yang paling penting. Saya yakin, teman-teman semua bisa mencapai prestasi kalian. Kalau saya saja yakin sama kamu, kenapa kamu tidak yakin sama diri sendiri? Saya Juni Anton, Sukses Selalu.
PERAN GURU DALAM MEMBANGKITKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA

Pembelajaran efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan.
Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Adapun menurut Mc. Donald, motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya "feeling" dan di dahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Dari pengertian yang dikemukakan oleh Mc. Donald ini mengandung tiga elemen/ciri pokok dalam motivasi itu, yakni motivasi itu mengawalinya terjadinya perubahan energi, ditandai dengan adanya feeling, dan dirangsang karena adanya tujuan.
Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.
Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.
• Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.
• Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.
Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.
Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:
1. Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.
Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.
2. Hadiah
Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.
3. Saingan/kompetisi
Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.
4. Pujian
Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.
5. Hukuman
Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.
6. Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar
Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.
7. Membentuk kebiasaan belajar yang baik
8. Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok
9. Menggunakan metode yang bervariasi, dan
10. Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran
Senin, 07 September 2009
PENDIDIKAN MAHAL UNTUK RAKYAT MISKIN
Realitas sosial secara global menunjukkan bahwa dunia pendidikan di Indonesia adalah yang tertinggal bahkan dari negara-negara tetangga di rantau ASEAN sekalipun.
Karena kenyataannya sampai saat ini pemerintah belum sanggup memenuhi anggaran pendidikan 20 persen di luar gaji guru dan pendidikan kedinasan. Akibatnya, realitas dunia pendidikan kita pun belum mampu bersaing dalam tataran globalisasi.
Dunia pendidikan kita masih belum bisa menjawab tantangan kemajuan zaman. Kondisi pendidikan Indonesia juga sudah jauh tertinggal dari negara-negara tetangga sesama ASEAN. Berdasarkan laporan UNDP, indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2007 menempatkan Indonesia berada pada urutan ke-108 dari 177 negara.
Penilaian yang dilakukan oleh lembaga kependudukan dunia (UNDP) ini menempatkan Indonesia pada posisi yang jauh lebih rendah dari Malaysia, Filipina, Vietnam, Kamboja, bahkan Laos. Kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar.
Sampai saat ini dunia pendidikan kita juga masih dihadapkan pada tantangan besar untuk mencerdaskan anak bangsa, terutama adalah meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas pelayanan pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan dasar. Meskipun hampir seluruh anak usia 7-12 tahun sudah bersekolah, masih terdapat sebagian anak yang tidak bersekolah, terutama karena alasan ekonomi atau tinggal di daerah terpencil yang belum terjangkau oleh layanan pendidikan.
Demikian pula dengan anak usia 13-15 tahun yang seharusnya dapat mengenyam pendidikan paling tidak sampai dengan pendidikan dasar, sebagian tidak dapat bersekolah. Pada saat yang sama kesenjangan partisipasi pendidikan juga masih terjadi, terutama antara penduduk miskin dan penduduk kaya.
Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun hanya bagus di kertas tapi bermasalah dalam implementasi. Meskipun pemerintah telah menyediakan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk jenjang pendidikan dasar, namun masih ditemukan adanya beberapa sekolah yang masih menarik berbagai iuran sehingga memberatkan orang tua, terutama bagi keluarga miskin.
Kesenjangan partisipasi pendidikan tersebut terlihat makin mencolok pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Tertinggalnya pembangunan pendidikan di Indonesia akan membawa dampak buruk bagi masa depan anak-anak Indonesia sehingga angka pengangguran dan kemiskinan semakin bertambah.
Rendahnya perhatian negara terhadap sektor pendidikan sebagai sektor yang harus diperhatikan secara serius berdampak pada kebobrokan dunia pendidikan dengan maraknya praktik komersialisasi dan kapitalisasi dunia pendidikan.
Pendidikan menjadi barang mahal sehingga anak-anak bangsa yang miskin dan tidak mampu akan terlempar dari dunia pendidikan. Pendidikan hanya mampu dinikmati oleh orang-orang kaya yang berpunya.
Orang yang punya uang, mereka bebas menikmati kualitas pendidikan yang baik. Jika miskin maka harus pasrah dengan kualitas pendidikan yang seadanya, tidak bermutu dan menyedihkan.Padahal, pendidikan berkualitas dan bermutu mestinya harus sudah bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa negeri ini. Pendidikan berkualitas merupakan aset negeri untuk mencetak SDM unggul di masa depan.
Pendidikan berkualitas memang membutuhkan anggaran besar. Namun, bukan berarti hal itu dibebankan kepada masyarakat. Kewajiban pemerintahlah yang seharusnya menjamin pendidikan setiap rakyatnya, baik kaya ataupun miskin dengan akses yang mudah untuk pendidikan yang bermutu.
Pendidikan akhirnya terjebak dalam telikungan kapitalisme, bukan lagi kepentingan kemanusiaan sebagaimana misi sejatinya. Kapitalisasi pendidikan jelas sangat merugikan rakyat kecil yang selama ini tidak mendapat hak pendidikan dari negara secara adil dan merata. Pendekatan paradigma kapitalisasi pendidikan senantiasa mengejar keuntungan individu dengan mengorbankan hak-hak kolektif bahkan masyarakat secara luas.
Padahal…Seperti kata Lenin : 'Berhemat-hematlah berekonomi dalam hal apa pun, kecuali untuk keperluan pendidikan.'
Karena kenyataannya sampai saat ini pemerintah belum sanggup memenuhi anggaran pendidikan 20 persen di luar gaji guru dan pendidikan kedinasan. Akibatnya, realitas dunia pendidikan kita pun belum mampu bersaing dalam tataran globalisasi.
Dunia pendidikan kita masih belum bisa menjawab tantangan kemajuan zaman. Kondisi pendidikan Indonesia juga sudah jauh tertinggal dari negara-negara tetangga sesama ASEAN. Berdasarkan laporan UNDP, indeks pembangunan manusia (IPM) tahun 2007 menempatkan Indonesia berada pada urutan ke-108 dari 177 negara.
Penilaian yang dilakukan oleh lembaga kependudukan dunia (UNDP) ini menempatkan Indonesia pada posisi yang jauh lebih rendah dari Malaysia, Filipina, Vietnam, Kamboja, bahkan Laos. Kondisi tersebut justru berbanding terbalik dengan jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar.
Sampai saat ini dunia pendidikan kita juga masih dihadapkan pada tantangan besar untuk mencerdaskan anak bangsa, terutama adalah meningkatkan akses, pemerataan, dan kualitas pelayanan pendidikan, terutama pada jenjang pendidikan dasar. Meskipun hampir seluruh anak usia 7-12 tahun sudah bersekolah, masih terdapat sebagian anak yang tidak bersekolah, terutama karena alasan ekonomi atau tinggal di daerah terpencil yang belum terjangkau oleh layanan pendidikan.
Demikian pula dengan anak usia 13-15 tahun yang seharusnya dapat mengenyam pendidikan paling tidak sampai dengan pendidikan dasar, sebagian tidak dapat bersekolah. Pada saat yang sama kesenjangan partisipasi pendidikan juga masih terjadi, terutama antara penduduk miskin dan penduduk kaya.
Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun hanya bagus di kertas tapi bermasalah dalam implementasi. Meskipun pemerintah telah menyediakan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk jenjang pendidikan dasar, namun masih ditemukan adanya beberapa sekolah yang masih menarik berbagai iuran sehingga memberatkan orang tua, terutama bagi keluarga miskin.
Kesenjangan partisipasi pendidikan tersebut terlihat makin mencolok pada jenjang pendidikan menengah dan pendidikan tinggi. Tertinggalnya pembangunan pendidikan di Indonesia akan membawa dampak buruk bagi masa depan anak-anak Indonesia sehingga angka pengangguran dan kemiskinan semakin bertambah.
Rendahnya perhatian negara terhadap sektor pendidikan sebagai sektor yang harus diperhatikan secara serius berdampak pada kebobrokan dunia pendidikan dengan maraknya praktik komersialisasi dan kapitalisasi dunia pendidikan.
Pendidikan menjadi barang mahal sehingga anak-anak bangsa yang miskin dan tidak mampu akan terlempar dari dunia pendidikan. Pendidikan hanya mampu dinikmati oleh orang-orang kaya yang berpunya.
Orang yang punya uang, mereka bebas menikmati kualitas pendidikan yang baik. Jika miskin maka harus pasrah dengan kualitas pendidikan yang seadanya, tidak bermutu dan menyedihkan.Padahal, pendidikan berkualitas dan bermutu mestinya harus sudah bisa dinikmati oleh seluruh anak bangsa negeri ini. Pendidikan berkualitas merupakan aset negeri untuk mencetak SDM unggul di masa depan.
Pendidikan berkualitas memang membutuhkan anggaran besar. Namun, bukan berarti hal itu dibebankan kepada masyarakat. Kewajiban pemerintahlah yang seharusnya menjamin pendidikan setiap rakyatnya, baik kaya ataupun miskin dengan akses yang mudah untuk pendidikan yang bermutu.
Pendidikan akhirnya terjebak dalam telikungan kapitalisme, bukan lagi kepentingan kemanusiaan sebagaimana misi sejatinya. Kapitalisasi pendidikan jelas sangat merugikan rakyat kecil yang selama ini tidak mendapat hak pendidikan dari negara secara adil dan merata. Pendekatan paradigma kapitalisasi pendidikan senantiasa mengejar keuntungan individu dengan mengorbankan hak-hak kolektif bahkan masyarakat secara luas.
Padahal…Seperti kata Lenin : 'Berhemat-hematlah berekonomi dalam hal apa pun, kecuali untuk keperluan pendidikan.'
Jumat, 04 September 2009
Dampak dan Pengaruh Game
Siapa yang tidak suka game? Mungkin sebagaian besar dari kita pastinya akan menyukai game untuk mengurangi stres atau untuk mengisi waktu luang. Semakin meningkatnya gamer (pemain game) membuat para produsen game berlomba-lomba untuk membuat berbagai macam perangkat untuk memuaskan para gamer ini.
Dahulu game hanya bisa dimainkan di depan layar kaca atau televisi, sekarang game sudah bisa dimainkan dimana saja karena sudah ada handheld device seperti PSP, Nintendo DS dan lainnya. Tidak kalah untuk game konsol yang sudah kita ketahui yaitu Playstation atau XBOX, mereka juga berlomba-lomba untuk memperbaharui sistemnya dengan mengeluarkan Nextgen Console yaitu Playstation 3 dan XBOX 360, dan Nintendo juga bergabung dengan pasar ini dengan mengeluarkan Nintendo Wii.
Sebenarnya game tidak melulu jelek seperti yang dipikirkan banyak orang. Kita bisa banyak bergaul dengan orang lain di dalam game, bisa mendapatkan banyak teman, bahkan mungkin saja relasi bisnis, jika memang kamu terjun langsung ke industri game itu sendiri. Dimulai tahun 2000an pasar Indonesia mulai “diserang” yang namanya Online Game.
Game Online adalah game yang membutuhkan koneksi Internet untuk bisa dimainkan. Pemain akan terhubung ke dunia virtual dimana dia bisa menjadi apa saja yang diinginkan dan bisa bertemu siapa saja pemain dari seluruh tanah air atau bahkan seluruh dunia.
Seru bermain game
Nah, seiring dengan bertumbuhnya industri Online Game ini, juga membuka banyak lapangan pekerjaan dibidang game. Bagi gamer tentu saja ini merupakan peluang mereka dalam bekerja sambil menyalurkan hobinya bermain game. Hal ini juga merupakan salah satu dampak positif dari perkembangan dunia game yang semakin pesat belakangan ini.
Namun harap diingat juga mengenai dampak dan pengaruh negatif dari game. Hal yang paling sering terjadi adalah menurunnya tingkat sosialisasi di dalam dunia nyata karena terlalu sering bergaul di dunia maya. Sehingga membuat orang menjadi sedikit introvert. Selain itu gaya bahasanya juga akan berubah mengikuti apa yang ada di dalam game itu seperti contohnya: swt, gg, sob, lol dan masih banyak lagi. Yang lebih berbahayanya lagi jika sudah mencapai tingkat akut, kamu akan malas untuk melakukan apapun selain main game, menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer tanpa memperdulikan lingkungan sekitar, bahkan sampai rela bergadang untuk memuaskan nafsu bermain gamenya.
Bagaimana Twentea’ers? Apakah kamu termasuk gamer yang hanya memperlakukan game untuk fun, mengisi waktu luang, menghilangkan stres? Atau termasuk gamer yang sudah lupa waktu? Saran kami cobalah untuk bergaul dengan teman-teman, jalan-jalan ke mall atau cafe untuk mencari hiburan. Masih banyak lagi kegiatan yang bisa dilakukan tanpa adanya Internet dan game. INGAT! Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik untuk dirimu.
Dahulu game hanya bisa dimainkan di depan layar kaca atau televisi, sekarang game sudah bisa dimainkan dimana saja karena sudah ada handheld device seperti PSP, Nintendo DS dan lainnya. Tidak kalah untuk game konsol yang sudah kita ketahui yaitu Playstation atau XBOX, mereka juga berlomba-lomba untuk memperbaharui sistemnya dengan mengeluarkan Nextgen Console yaitu Playstation 3 dan XBOX 360, dan Nintendo juga bergabung dengan pasar ini dengan mengeluarkan Nintendo Wii.
Sebenarnya game tidak melulu jelek seperti yang dipikirkan banyak orang. Kita bisa banyak bergaul dengan orang lain di dalam game, bisa mendapatkan banyak teman, bahkan mungkin saja relasi bisnis, jika memang kamu terjun langsung ke industri game itu sendiri. Dimulai tahun 2000an pasar Indonesia mulai “diserang” yang namanya Online Game.
Game Online adalah game yang membutuhkan koneksi Internet untuk bisa dimainkan. Pemain akan terhubung ke dunia virtual dimana dia bisa menjadi apa saja yang diinginkan dan bisa bertemu siapa saja pemain dari seluruh tanah air atau bahkan seluruh dunia.
Seru bermain game
Nah, seiring dengan bertumbuhnya industri Online Game ini, juga membuka banyak lapangan pekerjaan dibidang game. Bagi gamer tentu saja ini merupakan peluang mereka dalam bekerja sambil menyalurkan hobinya bermain game. Hal ini juga merupakan salah satu dampak positif dari perkembangan dunia game yang semakin pesat belakangan ini.
Namun harap diingat juga mengenai dampak dan pengaruh negatif dari game. Hal yang paling sering terjadi adalah menurunnya tingkat sosialisasi di dalam dunia nyata karena terlalu sering bergaul di dunia maya. Sehingga membuat orang menjadi sedikit introvert. Selain itu gaya bahasanya juga akan berubah mengikuti apa yang ada di dalam game itu seperti contohnya: swt, gg, sob, lol dan masih banyak lagi. Yang lebih berbahayanya lagi jika sudah mencapai tingkat akut, kamu akan malas untuk melakukan apapun selain main game, menghabiskan waktu berjam-jam di depan komputer tanpa memperdulikan lingkungan sekitar, bahkan sampai rela bergadang untuk memuaskan nafsu bermain gamenya.
Bagaimana Twentea’ers? Apakah kamu termasuk gamer yang hanya memperlakukan game untuk fun, mengisi waktu luang, menghilangkan stres? Atau termasuk gamer yang sudah lupa waktu? Saran kami cobalah untuk bergaul dengan teman-teman, jalan-jalan ke mall atau cafe untuk mencari hiburan. Masih banyak lagi kegiatan yang bisa dilakukan tanpa adanya Internet dan game. INGAT! Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik untuk dirimu.
Langganan:
Postingan (Atom)
